Sabtu, 23 November 2013

Last Words Part I



      



“Gorden, Buka!” ucapku perlahan, lalu Gorden pun bergerak terbuka secara otomatis. Perlahan cahaya Matahari pagi mulai menyinari ruangan.  “Fiz, buruan!! Udah jam setengah delapan!!” Teriak seseorang dari luar kamar. Aku pun menoleh ke arah jam dinding yang tergantung, dan waktu sudah menunjukkan pukul 07:25. Aku pun terbelalak dan langsung berlari ke kamar mandi.

Keluar kamar dengan pakaian yang masih amburadul, kutemui Ibu didapur dan mencium tangannya. “Pergi dulu yaa Mom, udah telat nih, baydeway, Bang nicko mana?” ucapku, “Udah duluan dia tadi” balas Ibuku. Berhubung Ayah sedang liburan ke Bulan, aku pun segera menuju ke Garasi rumah. Pintu garasi pun terbuka otomatis ketika aku berada 2 meter di depan garasi, akupun langsung menuju ke Kendaraan Pribadiku, ScanEagle. Aku pun memacunya menuju ke Sekolahku yang cukup terkenal karena Siswinya yang Cantik, yakni SMA 48. Aku kasih yaa list cewek cakep di sekolah ini: Melody, Nabilah, Ve, Ayana, Akicha, Delima, Stella, dan Banyakk lagi. Yups, aku merasa beruntung bisa masuk ke Sekolah ini, apalagi setelah aku tau kalau aku sekelas dengan Acha. Acha itu adalah siswi kelas satu yang sangat Exclusive, sangat dihormati karena Ayahnya adalah pemilik dari Tanah sekolah. Hampir seluruh siswa kelas satu bahkan kakak kelas berdelusi ingin menjadi Kekasih Hatinya, termasuk aku. Selain Acha, ada Beby, kakak kandung Acha. Adeknya aja udah Exclusive, apalagi kakaknya.

Oke, cukup cerita soal Acha dan Beby. Nah, berhubung jarak Sekolah dan Mansionku yang gak terlalu jauh aku pun tiba di Sekolah pukul 07:57 atau 3 menit sebelum Upacara dimulai. Kuparkir kendaraan ku di Basement Sekolah dan langsung menuju ke Kelas. Seluruh kelas sontak terdiam melihat aku masuk, yaa, ini sudah biasa bagiku.  Ayahku yang seorang pengusaha sukses sekaligus Orang terkaya ke 3 di Dunia dan Ibuku yang seorang Fashion designer Terkenal di Dunia membuatku dan Abangku sudah terbiasa menjadi pusat perhatian. Ya, walau banyak cewek yang menyatakan perasaannya padaku, entah mengapa aku tidak mau, aku berpikir mereka hanya mau Uangku. Tapi alasan utamaku menolak mereka adalah karena Acha.

Bel sekolah berbunyi, aku pun melangkah ke luar kelas dan menuju ke Basement tempat ScanEagleku diparkir. Sesaat sebelum meninggalkan sekolah, akupun teringat akan sesuatu. Aku melupakan Handphoneku di kelas, akan sangat disayangkan kalau HP seharga 1,7 Milliar itu hilang. Aku pun memarkir ScanEagle dan berlari ke kelas. Ternyata, di dalam kelas ada seorang siswi yang belum pulang, yaitu Acha! Aku pun pura-pura cuek dan langsung ke Mejaku untuk mengambil HP dan masih ada, aku pun tersenyum dan menyimpan HP tersebut.  Aku yang dari tadi pura pura cuek, mencoba mendekati Acha. “Kenapa lo masih disini? Kan udah selesai sekolahnya” tanyaku, “Lagi nunggu jemputan” jawabnya sambil tersenyum. Deg.. deg.. deg.. Entah kenapa, perasaan gue berubah, rasanya gue ada di Surga mendengar suaranya. “Hmm, lo.. lo mau gak.. kalau gue antar?” tanyaku dengan nada gugup. Sontak ia pun kaget, belum pernah ada Cowok manapun yang berani nawarin tumpangan ke dia. “Hmm, yaudah, kamu tau Mansion aku kan?” tanyanya ragu, “Tau dong, tuan Putri” Jawabku gombal. Beuh, Gilaa !! Seneng banget rasanya. Rasanya itu kaya ada Ular, ularnya itu gigit gue dan Ularnya mati!

Kami pun berjalan keluar kelas dan menuju tempat ScanEagle kuparkirkan. Kupacu motor perlahan, sangat pelan, aku tidak ingin momen ini cepat berlalu. “Pegangan dong, ntar kamu jatuh loh” pintaku iseng sambil tertawa kecil, ia pun membalasnya dengan senyum manisnya. Tiba-tiba, ia melingkarkan tangannya di perutku dan menyandarkan kepalanya di punggungku. Deg.. deg.. deg.. Lagi-lagi perasaan ini muncul, aku merasa menjadi Pria paling beruntung di Dunia dan Akhirat.

Tapi, semua kebahagian ini luntur seketika saat Kami mulai dekat dengan Mansion Acha. Aku pun mencoba semakin melambat, tak rela rasanya hati ini melepas momen terindah dalam hidupku ini. Akhirnya kamipun sampai di Gerbang Mansion Acha, ia pun turun dari ScanEagle ku. “Makasih banget ya tumpangannya, Fiz” Ucapnya sambil tersenyum. Duh, senyumnya itu berirama banget, bikin aku pingin menari.  “Hmm, besok pagi kujemput mau gak??” Tanyaku padanya, “Pulangnya aku anterin juga deh, plus Eskrim deh” tambahku. “Duh.. Gimana yaa?” Ucapnya bingung, “Gini aja, kalau bingung, nanti aku Telpon aja deh kamu, gimana ? mau gak ? berapa nomer HP kamu?” | “Hmm, oke deh, catet .. 084824051999, nanti malem telepon yaa” Ia pun langsung berbalik dan masuk kedalam Mansion, samar samar dari luar kuperhatikan Ia. “Oke, gue pasti bakal dapetin dia!” Kubulatkan tekadku untuk menjadi Kekasih dari Acha.

Malam harinya, aku pun langsung menelpon nomer tersebut. “Hallo, bisa bicara dengan Acha? Saya Hafiz” | “Hafiz ya? *TertawaKecil*, ini aku sendiri Fiz” | “Oke, Gimana cha?? Mau gak besok aku jemput? Free Eskrim kok” Kucoba Bercanda | “Hmm, yaudah deh, free eskrim kan?” | “Iya, biar aku tebak, rasa Coklat campur Vanilla kan?” | “Ihh, kok bisa tau sih? Hebat” | “ Iya dong, aku kan tau segalanya tentang kamu” | “Gombal ihh..”.  Akhirnya kami pun keasyikan dan terus menelpon hingga pukul 11 malam, Acha pun mengakhiri pembicaraan dan menutup telepon.

Pagi harinya, aku bangun cepat sekali, pukul 7 pagi aku udah siap dengan pakaian rapi dan wangi. Ibuku yang melihat pemandangan tak biasa itu pun heran. “Kamu kenapa sih? Dari tadi senyam senyum sendiri? Hmm, pasti mau ketemu pacar kamu kan?” Goda Ibu, “Ihh, apaan sih mom, Pergi dulu yaa” Ucapku sambil mencium tangan Ibu, “Ehh, kok cepet banget? Kan kelas baru mulai satu setengah jam lagi” tanya ibuku, “Duh mom, ada urusan nih, bye” ucapku sembari berlari ke Garasi.

Akhirnya aku tiba di depan Mansion sang Pujaan Hati ini, Acha. Ia yang sudah menungguku di depan Mansionnya langsung naik ke ScanEagleku. Waktu menunjukkan pukul 7:15 pagi, aku pun memacu motorku ke Toko Es Krim yang cukup terkenal yakni Baskom dan Ruben. Setibanya disana, aku pun memesan Es Krim Coklat Vanilla untuk Acha dan Vanilla Coklat untukku. Dengan Es Krim yang masih dibungkus, aku pun memacu motorku ke Taman di dekat SMA 48, aku membawa motorku agak Cepat karena aku tidak ingin Es Krimnya cair. Setibanya di Taman, waktu masih menunjukkan 7:30, aku sih kurang khawatir karena sekarang tidak Upacara dan kelas baru dimulai pukul 8:30. Kami pun menikmati Es Krim di Bangku taman, dibawah Pohon sambil menikmati Es Krim masing masing dan Bercanda. Tidak terasa, waktu menunjukkan pukul 8, kami pun bergegas berangkat ke Sekolah.

Tidak terasa, waktu yang kunantikan tiba, yakni jam pulang. Aku pun menghampiri meja Acha tanpa mengatakan apapun. Ia tampak melihat ku seakan menunggu aku akan mengatakan sesuatu, tatapan tersebut membuatku seakan meleleh. Ia pun bertanya dengan lugunya “Kenapa sih liatin aku gitu?” | “Haha, bercanda doang, gimana? Udah siap? Yuk pulang, mau dibeliin Es Krim lagi gak?” | “Es Krim? Mau dong” jawabnya sambil tertawa kecil. Yaa, pokoknya hari ini aku seneng banget bisa akrab sama Acha, Cewe Langka disekolah kami.

Hari hari berikutnya kami jalani dengan penuh Keakraban, mulai dari Nonton Bareng,  Jalan-jalan, Belanjain Acha, pokoknya Have Fun banget. Sampe aku mutusin untuk Nembak dia pas hari ulang tahunnya yang kebetulan sedang libur sekolah.  Aku ingin membawanya berlibur ke Luar Negeri pada hari ulang tahunnya, yakni ke Paris, dan aku ingin menyatakan Cintaku di bawah Megah dan Romantisnya Menara Eiffel.

Untuk mewujudkan rencanaku itu, aku pun bertemu dengan Orang Tua Acha, Supriyadi Kusumu Chanzia, Orang yang sangat dihormati oleh seluruh warga SMA 48. Setelah berbincang bincang dan sedikit mambujuk, akhirnya Ayah Acha setuju dan memperbolehkan Aku dan Acha liburan ke Luar Negeri, aku tidak memberitahukan kalau tujuan aku kesitu adalah untuk menyatakan perasaannku padanya. Tetapi, kami kesana tidak berdua saja, Ayah Acha mengharuskan Nicko dan Beby ikut bersama kami.

Hari yang ditunggu pun tiba, tanggal 20 Mei. Kami berempat menggunakan jasa Pesawa Sky Aviation dengan Class VVIP. Sepanjang perjalanan kami nikmati masing masing, aku dari tadi tidak bisa berhenti melamun memandangi Acha, Acha yang menyadari kalau aku sedang memperhatikannya pun bertanya padaku “Kenapa sih liatin aku sampe begitunya? Ada apaan di mukaku?” | ”Mmm, nggak.. nggak ada apa apa kok” Jawabku spontan sembari tersadar dari lamunanku.  Seru banget perjalanan kami kali ini, aku tambah seneng ngeliat Abangku udah mulai PDKT sama kakaknya Acha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar