“Gorden,
Buka!” ucapku perlahan, lalu Gorden pun bergerak terbuka secara otomatis. Perlahan
cahaya Matahari pagi mulai menyinari ruangan. “Fiz, buruan!! Udah jam setengah delapan!!”
Teriak seseorang dari luar kamar. Aku pun menoleh ke arah jam dinding yang
tergantung, dan waktu sudah menunjukkan pukul 07:25. Aku pun terbelalak dan
langsung berlari ke kamar mandi.
Keluar
kamar dengan pakaian yang masih amburadul, kutemui Ibu didapur dan mencium
tangannya. “Pergi dulu yaa Mom, udah telat nih, baydeway, Bang nicko mana?”
ucapku, “Udah duluan dia tadi” balas Ibuku. Berhubung Ayah sedang liburan ke
Bulan, aku pun segera menuju ke Garasi rumah. Pintu garasi pun terbuka otomatis
ketika aku berada 2 meter di depan garasi, akupun langsung menuju ke Kendaraan
Pribadiku, ScanEagle. Aku pun memacunya menuju ke Sekolahku yang cukup terkenal
karena Siswinya yang Cantik, yakni SMA 48. Aku kasih yaa list cewek cakep di
sekolah ini: Melody, Nabilah, Ve, Ayana, Akicha, Delima, Stella, dan Banyakk
lagi. Yups, aku merasa beruntung bisa masuk ke Sekolah ini, apalagi setelah aku
tau kalau aku sekelas dengan Acha. Acha itu adalah siswi kelas satu yang sangat
Exclusive, sangat dihormati karena Ayahnya adalah pemilik dari Tanah sekolah.
Hampir seluruh siswa kelas satu bahkan kakak kelas berdelusi ingin menjadi
Kekasih Hatinya, termasuk aku. Selain Acha, ada Beby, kakak kandung Acha.
Adeknya aja udah Exclusive, apalagi kakaknya.
Oke,
cukup cerita soal Acha dan Beby. Nah, berhubung jarak Sekolah dan Mansionku yang
gak terlalu jauh aku pun tiba di Sekolah pukul 07:57 atau 3 menit sebelum
Upacara dimulai. Kuparkir kendaraan ku di Basement Sekolah dan langsung menuju
ke Kelas. Seluruh kelas sontak terdiam melihat aku masuk, yaa, ini sudah biasa
bagiku. Ayahku yang seorang pengusaha
sukses sekaligus Orang terkaya ke 3 di Dunia dan Ibuku yang seorang Fashion
designer Terkenal di Dunia membuatku dan Abangku sudah terbiasa menjadi pusat
perhatian. Ya, walau banyak cewek yang menyatakan perasaannya padaku, entah
mengapa aku tidak mau, aku berpikir mereka hanya mau Uangku. Tapi alasan
utamaku menolak mereka adalah karena Acha.
Bel
sekolah berbunyi, aku pun melangkah ke luar kelas dan menuju ke Basement tempat
ScanEagleku diparkir. Sesaat sebelum meninggalkan sekolah, akupun teringat akan
sesuatu. Aku melupakan Handphoneku di kelas, akan sangat disayangkan kalau HP
seharga 1,7 Milliar itu hilang. Aku pun memarkir ScanEagle dan berlari ke
kelas. Ternyata, di dalam kelas ada seorang siswi yang belum pulang, yaitu
Acha! Aku pun pura-pura cuek dan langsung ke Mejaku untuk mengambil HP dan
masih ada, aku pun tersenyum dan menyimpan HP tersebut. Aku yang dari tadi pura pura cuek, mencoba
mendekati Acha. “Kenapa lo masih disini? Kan udah selesai sekolahnya” tanyaku,
“Lagi nunggu jemputan” jawabnya sambil tersenyum. Deg.. deg.. deg.. Entah
kenapa, perasaan gue berubah, rasanya gue ada di Surga mendengar suaranya.
“Hmm, lo.. lo mau gak.. kalau gue antar?” tanyaku dengan nada gugup. Sontak ia
pun kaget, belum pernah ada Cowok manapun yang berani nawarin tumpangan ke dia.
“Hmm, yaudah, kamu tau Mansion aku kan?” tanyanya ragu, “Tau dong, tuan Putri”
Jawabku gombal. Beuh, Gilaa !! Seneng banget rasanya. Rasanya itu kaya ada
Ular, ularnya itu gigit gue dan Ularnya mati!
Kami
pun berjalan keluar kelas dan menuju tempat ScanEagle kuparkirkan. Kupacu motor
perlahan, sangat pelan, aku tidak ingin momen ini cepat berlalu. “Pegangan
dong, ntar kamu jatuh loh” pintaku iseng sambil tertawa kecil, ia pun
membalasnya dengan senyum manisnya. Tiba-tiba, ia melingkarkan tangannya di
perutku dan menyandarkan kepalanya di punggungku. Deg.. deg.. deg.. Lagi-lagi
perasaan ini muncul, aku merasa menjadi Pria paling beruntung di Dunia dan
Akhirat.
Tapi,
semua kebahagian ini luntur seketika saat Kami mulai dekat dengan Mansion Acha.
Aku pun mencoba semakin melambat, tak rela rasanya hati ini melepas momen
terindah dalam hidupku ini. Akhirnya kamipun sampai di Gerbang Mansion Acha, ia
pun turun dari ScanEagle ku. “Makasih banget ya tumpangannya, Fiz” Ucapnya sambil
tersenyum. Duh, senyumnya itu berirama banget, bikin aku pingin menari. “Hmm, besok pagi kujemput mau gak??” Tanyaku
padanya, “Pulangnya aku anterin juga deh, plus Eskrim deh” tambahku. “Duh..
Gimana yaa?” Ucapnya bingung, “Gini aja, kalau bingung, nanti aku Telpon aja
deh kamu, gimana ? mau gak ? berapa nomer HP kamu?” | “Hmm, oke deh, catet ..
084824051999, nanti malem telepon yaa” Ia pun langsung berbalik dan masuk
kedalam Mansion, samar samar dari luar kuperhatikan Ia. “Oke, gue pasti bakal
dapetin dia!” Kubulatkan tekadku untuk menjadi Kekasih dari Acha.
Malam
harinya, aku pun langsung menelpon nomer tersebut. “Hallo, bisa bicara dengan
Acha? Saya Hafiz” | “Hafiz ya? *TertawaKecil*, ini aku sendiri Fiz” | “Oke,
Gimana cha?? Mau gak besok aku jemput? Free Eskrim kok” Kucoba Bercanda | “Hmm,
yaudah deh, free eskrim kan?” | “Iya, biar aku tebak, rasa Coklat campur
Vanilla kan?” | “Ihh, kok bisa tau sih? Hebat” | “ Iya dong, aku kan tau
segalanya tentang kamu” | “Gombal ihh..”.
Akhirnya kami pun keasyikan dan terus menelpon hingga pukul 11 malam,
Acha pun mengakhiri pembicaraan dan menutup telepon.
Pagi
harinya, aku bangun cepat sekali, pukul 7 pagi aku udah siap dengan pakaian
rapi dan wangi. Ibuku yang melihat pemandangan tak biasa itu pun heran. “Kamu
kenapa sih? Dari tadi senyam senyum sendiri? Hmm, pasti mau ketemu pacar kamu
kan?” Goda Ibu, “Ihh, apaan sih mom, Pergi dulu yaa” Ucapku sambil mencium
tangan Ibu, “Ehh, kok cepet banget? Kan kelas baru mulai satu setengah jam
lagi” tanya ibuku, “Duh mom, ada urusan nih, bye” ucapku sembari berlari ke
Garasi.
Akhirnya
aku tiba di depan Mansion sang Pujaan Hati ini, Acha. Ia yang sudah menungguku
di depan Mansionnya langsung naik ke ScanEagleku. Waktu menunjukkan pukul 7:15
pagi, aku pun memacu motorku ke Toko Es Krim yang cukup terkenal yakni Baskom dan Ruben. Setibanya disana, aku
pun memesan Es Krim Coklat Vanilla untuk Acha dan Vanilla Coklat untukku.
Dengan Es Krim yang masih dibungkus, aku pun memacu motorku ke Taman di dekat
SMA 48, aku membawa motorku agak Cepat karena aku tidak ingin Es Krimnya cair.
Setibanya di Taman, waktu masih menunjukkan 7:30, aku sih kurang khawatir
karena sekarang tidak Upacara dan kelas baru dimulai pukul 8:30. Kami pun
menikmati Es Krim di Bangku taman, dibawah Pohon sambil menikmati Es Krim
masing masing dan Bercanda. Tidak terasa, waktu menunjukkan pukul 8, kami pun
bergegas berangkat ke Sekolah.
Tidak
terasa, waktu yang kunantikan tiba, yakni jam pulang. Aku pun menghampiri meja
Acha tanpa mengatakan apapun. Ia tampak melihat ku seakan menunggu aku akan
mengatakan sesuatu, tatapan tersebut membuatku seakan meleleh. Ia pun bertanya
dengan lugunya “Kenapa sih liatin aku gitu?” | “Haha, bercanda doang, gimana?
Udah siap? Yuk pulang, mau dibeliin Es Krim lagi gak?” | “Es Krim? Mau dong”
jawabnya sambil tertawa kecil. Yaa, pokoknya hari ini aku seneng banget bisa
akrab sama Acha, Cewe Langka disekolah kami.
Hari
hari berikutnya kami jalani dengan penuh Keakraban, mulai dari Nonton
Bareng, Jalan-jalan, Belanjain Acha, pokoknya
Have Fun banget. Sampe aku mutusin untuk Nembak dia pas hari ulang tahunnya
yang kebetulan sedang libur sekolah. Aku
ingin membawanya berlibur ke Luar Negeri pada hari ulang tahunnya, yakni ke
Paris, dan aku ingin menyatakan Cintaku di bawah Megah dan Romantisnya Menara
Eiffel.
Untuk
mewujudkan rencanaku itu, aku pun bertemu dengan Orang Tua Acha, Supriyadi
Kusumu Chanzia, Orang yang sangat
dihormati oleh seluruh warga SMA 48. Setelah berbincang bincang dan sedikit
mambujuk, akhirnya Ayah Acha setuju dan memperbolehkan Aku dan Acha liburan ke
Luar Negeri, aku tidak memberitahukan kalau tujuan aku kesitu adalah untuk
menyatakan perasaannku padanya. Tetapi, kami kesana tidak berdua saja, Ayah
Acha mengharuskan Nicko dan Beby ikut bersama kami.
Hari
yang ditunggu pun tiba, tanggal 20 Mei. Kami berempat menggunakan jasa Pesawa
Sky Aviation dengan Class VVIP. Sepanjang perjalanan kami nikmati masing
masing, aku dari tadi tidak bisa berhenti melamun memandangi Acha, Acha yang
menyadari kalau aku sedang memperhatikannya pun bertanya padaku “Kenapa sih
liatin aku sampe begitunya? Ada apaan di mukaku?” | ”Mmm, nggak.. nggak ada apa
apa kok” Jawabku spontan sembari tersadar dari lamunanku. Seru banget perjalanan kami kali ini, aku
tambah seneng ngeliat Abangku udah mulai PDKT sama kakaknya Acha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar